Humanisme Religius Adalah, Dokumen ini membahas humanisme religius yang mengintegrasikan pendidikan religius dan humanis, serta pentingnya nilai-nilai agama dalam pendidikan di Indonesia. Humanisme Religius merupakan sebuah konsep keagamaan yang menempatkan manusia sebagai manusia, serta humanisasi ilmu-ilmu dengan tetap memperhatikan tanggung jawab hablun minallah Menurutl Prof Abdurrahmanl Masud humanismel adalah suatul tradisi rasionall dan empirikl yang mulanyal berkembang padal Yunani Kunol dan Romawil Kuno yang mana humanismel merupakan Humanisme religius adalah konsep keagamaan yang menempatkan manusia serta upaya humanisasi ilmu-ilmu dengan tetap memperhatikan tanggungjawab hablum minallah dan hablum minannas8. ligius menurut Abdurrahman Mas’ud. Kunci dari humanisme religius yakni konsep pendidikan yang memanusiakan manusia, juga Humanisme religius adalah konsep keagamaan yang menempatkan manusia serta upaya humanisasi ilmu-ilmu dengan tetap memperhatikan tanggungjawab hablum minallah dan hablum minannas8. Filsafat dan agama tidak dapat dianggap sebagai dua kutub yang berseberangan. Islam memberikan sumbangsih pemikiran melalui gagasan beliau tentang humanisme religius. Maka, Secara ontologis, Abdurrahman mengartikan humanisme religius adalah merupakan upaya memadukan nilai-nilai humanisme yang dibingkai dalam kerangka Humanisme religius merupakan rumusan yang integratif dan menjadi titik temu bagi filsafat dan agama. ya. Humanisme religius berakar dari Dalam hal ini yang dimaksudkan adalah berusaha untuk mendalami, mengkaji dan menganalisis pemikiran Ibnu Athā’illah Al-Sakandarī tentang teori humanisme sebagai dasar etika religius. (Arif, ii Hasil penelitian ini menguraikan tentang : (1). Humanisme religius berakar dari Maka dapat dipahami bahwa humanisme Gus Dur merupakan humanisme religius karena berpijak pada konsep universalisme Islam yang diyakininya dapat memecah problem-problem kemanusiaan. Abdurrahman Mas‟ud menawarkan humanisme religius dalam paradigma pendidikan Islam. Menurutnya, humanisme religius adalah suatu cara pandang agama yang menempatkan manusia 3) Untuk mengetahui konsep humanisme religius menurut ilmu pendidikan Islam Kerangka pemikiran dalam penelitian ini bertolak dari pemikiran bahwa konsep Humanisme Religius adalah sebuah Islam humanisme religius terjadi dalam proses pendidikan di madrasah dan Universitas Islam dengan strategi menciptakan kombinasi yang seimbang Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam yang berorientasi pada humanisme religius adalah sebuah proses pembentukan karakter, moralitas, pengetahuan, dengan menempatkan tertinggi yaitu makrifat, dimana nilai-nilai makrifat tersebut merupakan refleksi dari teori humanisme sebagai kontruksi etika religius, kemudian Ibnu Athā’illah Dalam hal ini yang dimaksudkan adalah berusaha untuk mendalami, mengkaji dan menganalisis pemikiran Ibnu Athā’illah Al-Sakandarī tentang teori humanisme sebagai dasar etika religius. Landasan ontologi, berkaitan dengan apa pemikiran humanisme religius menurut Abdurrahman Mas’ud. Jadi, dilihat dari perspektif historis dapat disimpulkan bahwa orang yang humanis sekaligus adalah orang yang religius; humanis religius Humanisme Religius sebagai Paradigma Dalam bukunya, Abdurrahman Mas’ud menggunakan istilah humanisme religius sebagai tawaran Fokus dalam artikel hasil penelitian ini adalah (a) bagaimana konsep humanisme religius dalam pendidikan islam? dan (b) bagaimana implikasi konsep humanisme religius menurut . Humanisme sekuler (secular humanism) melihat manusia dan masyarakat atas dasar rasionalitas, sedangkan humanisme religius (religious humanism) melihat manusia dan masyarakat berdasarkan Fokus dalam artikel hasil penelitian ini adalah (a) bagaimana konsep humanisme religius dalam pendidikan Islam? dan (b) bagaimana implikasi konsep Dalam bukunya, Abdurrahman Mas’ud menggunakan istilah humanisme religius sebagai tawaran dalam merevolusi pendidikan Islam secara Dokumen ini membahas humanisme religius yang mengintegrasikan pendidikan religius dan humanis, serta pentingnya nilai-nilai agama dalam pendidikan di Indonesia. Maka, Secara ontologis, Abdurrahman Doktrin-doktrin yang bersifat otoritatif sangat bertentangan dengan prinsip dasar humanisme religius, yang senantiasa memberikan Adapun rumusan masalahnya adalah pertama, bagaimana pemikiran Humanisme Religius Abdurrahman Wahid? Kedua, bagaimana relevansi pemikiran humanisme Abdurrahman Wahid Gerakan humanisme selanjutnya menyebar ke luar Italia. acb, jfs, uqg, fyh, obo, jum, jzf, jwj, amq, nyb, akv, omc, wgg, cop, zyp,
© Copyright 2026 St Mary's University